Kamis, 23 Oktober 2014

Kangen Banjir Samarinda ku

Samarinda sering padam listriknya? Gak usah mengeluh sudah biasa, klo perlu beli aja genset buat persiapan. Samarinda gerah dan panas? Sudah biasa juga, kan dekat khatulistiwa, klo malam gak bisa bobok karena udara gerah beli aja AC, gak cukup uangnya beli aja kipas angin... masih gak cukup... ya udah malam bobok sauna... itu cuma sedikit hal unik dari Samarinda, warganya kadang komplen bentar... apalagi klo banjir didepan mall Lembuswana, kita kah pantang air surut pasti kita lalui. Motor macet dorong masukin bengkel, besok banjir lagi hajar lagi saja.
Tapi tahun 2014 ini kemaraunya cukup panjang, kita mau komplen sama sapa coba? Ama Tuhan? Gak beranilah ntar dijawab ama Tuhan gini "kemaren hujan mpe banjir kalian protes, sekarang panas panjang juga protes". Yah... namanya juga manusia klo kagak komplen pasti kesabarannya hasil bertapa di gua. Tahun ini kemaraunya membuat air sungai Mahakam asin kemasukan air laut, toleransinya diatas ambang batas normal. Akhirnya air PAM ngalirnya kayak pipis bocah, jadi hampir aja gak bisa mandi, semalaman nampung air trus mandi dibatasin. Gokilnya saat sungai Mahakam kemasukan air laut ada aja pemancing dapet ikan laut #tepikjidat, mungkin ada yang berharap dapet cumi-cumi ama kepiting pa ya...
Kalo musim hujan pengen panas tinggal panggil pawang hujan buat dipindahin, nah... saat musin kemarau gini kok gak ada pawang yang manggik hujan? Kesaktian mereka perlu dipertanyakan. Ntar dikira kayak mekanik abal-abal, terima bongkar gak terima pasang, bisa dipasang onderdilnya suka kelebihan. Nah saat hampir putus asa & udah banyakin doa akhirnya hujan pun turun, hati pun senang bisa main banjir lagi. Gimana gak senang ketemu banjir, lha anak sungai hampir kering, airnya hitam bau lagi. Dengan banjir tuh air bisa mengurangi asin di Mahakam... pokoke... kangen banjir...

Rabu, 22 Oktober 2014

Tamu Legio Maria dari Manado

Tidak mudah memang menjadi Legio Maria, bukan sulitnya untuk menjadi anggota legio tapi lebih pada semangat untuk bertahan & mengembangkannya. Banyak Legio Maria yang muncul dengan menggebu kemudian menghilang perlahan-lahan, penyebabnya bisa karena regenerasi, kesibukan bekerja, pindah rumah atau pekerjaan, kurang menggairahkan karena cuma berdoa saja. Seperti halnya kami Legio Maria Ratu Rosari gereja St. Lukas Temindung Samarinda mengalami hal yang sama, di Samarinda mungkin hanya kami yang masih aktif. Walaupun secara pribadi pernah bertemu dengan mereka yang pernah ikut Legio Maria di kota lain, hanya karena jarak tempat tinggal dan kesibukan agak menyulitkan mengumpulkan para veteran ini.
Bulan ini kami mendapatkan hal yang luar biasa yaitu anggota Legio Maria dari Manado, beliau sudah sepuh diantara kami tapi memiliki semangat yang luar biasa, Dorotheus nama panggilannya. Beliau ke Samarinda setelah operasi di Manado dan disini beliau dalam rangka perawatan oleh keponakannya seorang dokter. Beliau menceritakan Legio Maria di Manado begitu besar, saat Acies bisa terkumpul 10.000 legioner, suatu hal sulit yang saya bayangkan di Samarinda ini. Bunda Maria mengirimkan beliau kepada kami bukan tanpa maksud, saya percaya ada hal baik dari pertemuan kami ini. Semoga saya dan rekan-rekan mampu bertahan serta berkembang lebih baik.

Sabtu, 27 September 2014

Suzuki Hustler Lucu

Memiliki mobil yang kita sukai memang jadi harapan semua orang termasuk saya, walaupun saya sendiri belum tentu bisa memiliki mobil pribadi sendiri. Walapun pada dasarnya saya lebih suka berkelana dengan menggunakan sepeda motor karena memudahkan saya karena motor begitu simpel, tapi ada satu mobil mini yang bisa dikatakan masuk kategori jeep menarik perhatian saya, yaitu Suzuki Hustler. Saya langsung mencari foto-foto Suzuki Hustler ini:






Mobil jeep mungil ini sangat lucu dan menarik, berkesan klasik dengan sentuhan modern. Tampil berbeda dengan Suzuki Hustler akan membuat kita merasa pede. hemmm... jika pun belum bisa memiliki mobil ini cukup membeli diecast-nya dari Tomica cukuplah sudah...

Jumat, 26 September 2014

Pilkada DPRD Saat Ini Balas Dendam Kekalahan


Bulan ini pemberitaan sangat ramai mengenai Pilkada melalui DPRD, kita merasakan kemunduran demokrasi, dimana hak kita sebagai rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya hilang. Walaupun masih ada kesempatan untuk melakukan Judicial Review, bagi saya ini buka perkara hukum semata. Tapi ini masalah rakyat dimana kita sebagai bagian dari rakyat hanya menjadi bahan permainan politikus dan Capres/Cawapres yang kalah. Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih tampaknya belum bisa menerima kekalahan, sehingga mereka memaksakan diri mengesahkan RUU Pilkada DPR, yuuup... kita kembali ke zaman Orde Baru... jangan harap bisa melihat pemimpin daerah bisa memimpin dengan tenang tanpa ada setoran. Tampaknya KPK akan bekerja keras dan menjebloskan para pelaku siapa pun yang melakuakan dan jika mereka berani bermain api.





Saya gak terlalu peduli dengan permainan akrobatik Demokrat dengan pak Beye yang menyesalkan pengesahan Pilkada DPRD, gak juga peduli dengan permintaan maaf dari Ibas atau pengajuan ke MA oleh pak Beye. Tapi ada sesuatu yang mengerian disini, bagi saya ini hanya langkah awal dari koalisi MP terhadap kepemimpinan yang dipilih rakyat yaitu Jokowi - JK. Mereka hanya ingin menunjukkan bahwa mereka bisa berbuat sesuatu terhadap bangsa ini, bisa saja kepemimpinan Jokowi-JK selama 5 tahun akan banyak cobaan dari Koalisi MP, paling mengerikan jika mereka berani melakukan Impeachman sebelum masa jabatan berakhir, ini hanya semacam warning buat bangsa ini. Mau kah kita selama 5 tahun ke depan hanya menyaksikan koalisi yang mementingkan diri sendiri? tentu tidak karena kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat bisa saja dimentahkan wakil rakyat yang tidak menggambarkan wakil kita. Jangan sampai lupa 5 tahun ke depan partai mana saja yang sudah membunuh hak rakyat untuk menentukan pilihannya.



Bagi saya cukup sederhana, partai yang tidak mau menerima kekalahan dan ngotot merasa menang dan siapa yang menjadi ketuanya sekarang tak akan pernah saya pilih, itu pun jika pro Pilkada langsung menang Judicial Review. Bagaimana jika mereka kalah? toh selama pemilihan kepala daerah kita hanya akan bisa menerima apa adanya, suka tidak suka, senang tidak senang, doa saya semoga KPK banyak jebloskan mereka yang korup. Lalu bagaimana jika kewenangan KPK dikebiri? Lawan itu kata paling tepat. Dan tunggu pemilu berikutnya, tak ada suara buat partai yang pro Pilkada DPRD...

Kuliner Steak House Good Wood

Jika dibandingkan Jogja, untuk steak rasanya masih seru kota Jogja. Di Kota Jogja steak murah kita bisa memilih Waroeng Steak, agak mahal sedikit kita bisa ke Obonk. Nah... di Samarinda ini untuk kelas murah ada Obong Steak di Jalan Siradj Salman yang menurut saya malah seperti Waroeng Steak.Sering kali saya lewat jalan poros perum Wijaya Kusuma, tiap kali melihat Good Wood gak terlalu ngeh kalo merupakan rumah makan yang menyediakan steak. setelah diperhatikan ada gambar steak, hmmm... patut dicoba. saat masuk kita akan melihat dekorai ruangan bergaya anak muda, mungkin targetnya memang mereka. Langsung saja pesan steak Beef lokal dan Rip, menunggu agak lama keluarlah hidangan steak. secara bentuk memang tidak mengecewakan. Tapi bagi mereka yang terbiasa makan steak dengan kuahnya bisa saja kecewa. Beef steak yang dihidang tidak seperti daging tumbuk, ketebalannya cukup untuk sedikit ganjel perut, kalo kelaparan mungkin bisa nambah nasi hehehehehe.... demikian juga dengan Rib Steak cukup enak dilihat mata dan tanpa kuah juga. Saat mencicipi steak ini dibuat dengan bumbu Spicy, hanya kelemahan steak ini adalah rasa bumbu kurang meresap ke dalam daging, hal lain adalah rasa bumbu kurang kuat. Ini membuat kita kangen kuah steak yang lezat ala Waroeng Steak, untuk mengakalinya saya mengkombinasi dengan saos sambel dan mayonaise yang disediakan.... not to bad lah... bagi saya secara konsep ruangan dan menu lain cukup bagus, hanya sayang chef harus memahami lidah orang Samarinda seperti apa. akan sangat disayangkan jika sepi pengunjung karena kurang puas akan rasa bumbu. Bisa saja penikmat akan memilih daging yang biasa tapi dengan rasa bumbu yang kuat ditempat lain, apalagi secara harga tidak berbeda jauh. Good luck Good Wood.

Minggu, 21 September 2014

Makanan Ringan Si Tahu Gunting

Apakah camilan Tahu Gunting ini ada diluar Samarinda? Saya kurang begitu tahu, makanan ini sudah ada sejak saya masih kecil. Sekarang pun masih tetap ada walaupun tidak begitu banyak yang jualan ini. Camilan tahu gunting cukup sederhana saja, cukup memakai sejenis tahu Pong di gunting dan sedari dulu selalu memakai gunting yang biasa dipakai penjahit. Setelah di gunting kecil-kecil lalu diberi bumbu berwarna coklat agak kental, dan sampai hari ini lidah saya masih belum bisa memastikan bahannya apa. Bagi yang belum tahu camilan tahu gunting silahkan melihat fotonya saja siapa tahu didaerah anda juga ada, bisa juga memiliki nama berbeda.

Rabu, 17 September 2014

Taman Segiri

Taman Segiri atau saat diresmikan disebut juga Taman Lansia. Taman Lansia karena di dalam taman disediakan  untuk para lansia untuk berjalan-jalan diatas batu kerikil. Sebelum ke sana saya berpikir bahwa batu kerikil tersebut diletakkan secara alami atau berserakan, saat ke sana malah tahu jika batu-batu kerikil tersebut ditanam dan di semen. Efeknya di kaki jadi lumayan sakit daripada kita berjalan dihamparan kerikil berserakan, semoga aja kerikil yang di tanam tidak mudah lepas.
Taman Segiri sepatutnya kita jaga kebersihannya seperti taman- taman yang lain, bagamana pun Pemkot berusaha membangun ruang publik dan kita sebagai warga ikut menjaganya. Selamat bersantai dan terapi di Taman Lansia Segiri.

 

Senin, 08 September 2014

Hotwheels Camaro ZL11

Asyiiiiiik dapet diecast hotwheels sedan Camaro dengan harga murah, langsung aja beli dibawa pulang. Sampai dirumah foto tuh mobil dengan kamera hape Asus Zenfone 5, hobi motret  memang membuat asyik walaupun cuma berbekal kamera hape. Karena kurang puas langsung ku bawa ke tepian Mahakam agar mendapatkan cahaya cukup dan latar yang pas, sayang cuaca agak sedikit berawan jadi limpahan cahaya yang dibutuhkan kurang dapet. Aplikasi Snapseed langsung digunakan buat utak atik foto,  lumayan buat mejeng di blog ini....  Semoga enak dilihat

Minggu, 07 September 2014

Vandalis Beraksi Bikin Rugi

     Tulisan saya sebelum ini membahas tentang taman kota didekat rumah dinas walikota Samarinda, taman untuk warga bersantai bersama keluarga dan bermain anak-anak. Dalam taman tersebut yang akhirnya saya tahu bernama Taman Cerdas yang mungkin mau meniru Taman Pintar di Jogja, cuma yang ini tidak tahu dimana letak cerdasnya, berbeda dengan Taman Pintar di Jogja yang educatif. Tapi saya tidak membahas masalah nama atau tingkat cerdasnya, hanya masalah lain yang selalu terjadi yaitu perusakan oleh orang iseng.
     Beberapa waktu lalu hari jumat sore 5 September saya dan istri mampir ke Taman Cerdas ini, kebetulan saat itu ramai sekali yang datang. Karena kami penyuka tokoh Doraemon maka paling asyik foto dengan patung Doraemon. Saya agak kaget waktu melihat tangan kanan Doraemon patah lalu loncengnya rusak, akhirnya saya motret dengan sudut tertentu agar tidak nampak bagian yang rusak. Kemudian saya memperhatikan ternyata ada patung yang hilang, saya memang tidak memotret bekas patung yang hilang karena merasa kecewa dan prihatin. Saat istri meminta foto dengan Minion ternyata bagian mata sudah dirusak, bisa dilihat pada foto dibawah ini.
     Kita sebagai warga suka menuntut Pemkot memperhatikan warganya, ketika dipenuhi kita sebagai warga lupa menjaga aset bersama yang dibangun Pemkot. Kadang ada jawaban yang sungguh tidak enak saat membicarakan tentang aset yang rusak itu, jawabannya ada yang mengatakan biarkan saja nanti dibuat lagi, kita sudah membayar pajak. Sungguh jawaban yang menggampangkan masalah, sebagaimana orang-orang iseng kurang kerjaan melakukan perusakan atau melakukan corat Coret tidak jelas meninggalkan jejak nama biar terkenal. Kita memang membayar pajak langsung atau tidak, atau dari pendapatan hasil tambang maupun dana CSR (Corporate Social Responsibility). Memang semua itu bisa dibeli lagi atau dibangun lagi. Tapi berapa kerugian yang diderita atau ditanggung jika harus mengeluarkan dana lagi, padahal dana itu bisa digunakan untuk kegiatan atau anggaran lain.
     Jadi marilah kita bersikap lebih cerdas dan ikut menjaga suatu Taman, jangan sekedar menuntut tanpa melakukan apapun untuk memeliharanya. Mungkin Satpol PP perlu ikut membantu dengan patroli malam hari untuk menangkap siapa yang melakukan perusakan, dengan demikian ada efek jera bagi pelaku vandalisme.

Selasa, 02 September 2014

Es Burjo Pelepas Dahaga

Kemarau ini memang bikin lekas capek, berkeringat dan haus. Jika cuma minum air es tuh rasanya kurang banget kan... Kebetulan es burjo lewat depan rumah, gak perlu pake mikir panjang dan lebar langsung aja beli semangkuk es burjo... Yummmy...