Pada suatu ketika di Sekolah Dasar saat sekolah usai, semua murid2 sudah dijemput satu persatu. Sekolah mulai tampak sepi, guru2 pun sudah pulang. Hari semakin sore lalu turunlah gerimis, ada seorang guru bernama Ida belum pulang. Saat jam menunjukkan pukul 16.30 bu Ida mengemasi barangnya, saat hendak keluar ruang guru matanya menatap ke ujung pintu gerbang. Lalu didapatinya ada seorang murid perempuan duduk sambil membaca buku, dalam hati ia bertanya mengapa jam segini belum pulang. Sebagai guru yang baik ia kemudian menghampirinya dan bertanya
"namamu siapa?" Anak itu menjawab
"Olin bu" sambil menutup bukunya.
"Ayah ato ibumu akan menjemputmu?" Olin hanya tersenyum simpul & diam saja. Bu Ida kembali bertanya
"punya hape buat telpon orang tuamu?"
"Tidak punya" Olin menjawab sambil tersenyum. Di jaman seperti ini anak SD sudah biasa membawa hape, tapi tampaknya anak ini berbeda. Jika pun dilihat Olin bukan anak tidak mampu, dari tas yang dibawa juga bukan anak biasa, bu Ida memperhatikan gesture anak ini tidak seperti anak kebanyakan. Olin kembali membuka buku lain, bu Ida menemani disampingnya sambil menatap rintik hujan. Saat jam mendekati pukul 17.00 bu Ida mulai kuatir karena Olin belun juga di jemput
"Olin, bagaimana jika ibu antar pulang?"
"Tidak usah bu, Olin pasti di jemput" tak berapa lama kemudian ada sebuah mobil memasuki gerbang lalu berhenti, dari dalam keluar seorang agak tua berpakaian rapi dengan postur tubuh tegap. Pria ini cukup tua untuk menjadi ayah bagi Olin, kali ini bu Ida ingin sekali memberi nasehat karena membiarkan Olin menunggu lama.
"Kakek kok lama sie jemput Olin?" Bu Ida agak terkejut yang datang bukan ayahnya
"maaf ya Olin sayang, tadi kakek nganter nenek ke Rumah Sakit mendadak" kemudian kakek memeluk Olin sambil memcium kedua pipinya.
"Nenek sakit ya kek?"
"Nenekmu sakit perut karena nyoba resep baru" bu Ida kemudian menyela
"maaf, saya bu Ida salah guru di sekolah ini, kalo boleh tau kenapa bukan orang tuanya yang menjemput?" Seketika itu wajah kakek sedikit berubah lalu menatap ke arah Olin sambil menghela nafas
"ayah & ibu Olin ada di...." belum selesai Olin berkata kakek menyelanya sambil mengusap rambutnya
"kakek saja yang menjelaskan ya sayang" Olin mengangguk. Dengan sedikit menarik nafas kakek menatap wajah bu Ida
"maaf bu, ini bukan hal mudah untuk dijelaskan, awalnya sulit bagi kami semua untuk mengatakan pada cucu kami saat ia bertanya kemana ayah & ibunya, bukan hal gampang pula bercerita saat Olin mendapatkan cerita dari yang dia dengar..." kakek berhenti sejenak sambil menatap Olin, Olin hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala agar kakeknya meneruskan ceritanya
"... ibunya tiada saat melahirkan Olin sedangkan ayahnya kecelakaan saat pulang tugas menuju RS..." bu Ida sangat terkejut mendengar itu, bukan hal mudah bagi Olin menerima kenyataan dalam umurnya yang masih kecil. Rasanya ingin menangis karena ia tau bagaimana rasa kehilangan, bu Ida berusaha menahan air matanya sambil sedikit berjongkok ia berkata
"maafkan ibu tidak tau semua ini" kemudian ia memeluknya, Olin memeluk erat tubuh bu Ida, ada rasa hangat mengalir ke tubuh bu Ida
"Ibu tidak usah kuatir, ayah & ibu Olin menjagaku dari surga sebagai malaikat pelindung Olin"
tak berapa lama kemudian setelah berpelukan Olin menggandeng tangan kakeknya. Bu Ida melihat dari belakang punggung mereka, dalam bayanganya Olin seperti lebih besar sedang berjalan bersama kakeknya. Dilihatnya ke arah langit dalam hati
"ayah... ibu.... mungkin kalian sudah bertemu dengan orang tua Olin, maafkan Ida belum bisa menjadi ibu dan guru yang baik seperti kalian... aku akan berusaha lebih memperhatikan lagi"
Selasa, 12 November 2013
Senin, 11 November 2013
Cerita Pengantar Tidur
![]() |
| Logo Film Ghost Buster |
Kemudian lonceng jam kembali berdentang dua belas kali, Bunda mulai mengatur posisi tidurnya agar nyaman sambil menatap wajah Puteri yang di cintainya itu. Wajah yang begitu polos seakan malaikat sedang tertidur lelap, wajah cantiknya merupakan obat di saat lelah karena usianya tidak lagi muda. Dedi dan Bunda mendapatkan Puteri sebagai suatu keajaiban luar biasa, Puteri di lahirkan saat usia mereka menjelang empat puluh tahun. Kelahiran Puteri membuat semangat hidup keluarga ini kembali menyala, semua waktu lebih dicurahkan kepada Puteri setiap saat, seakan tak ingin lepas melihat pertumbuhannya. Mata Bunda mulai memejam sejenak, perlahan waktu mengantarnya dalam alam antara sadar dan tertidur,
Sesaat bunda mulai tertidur ia seperti mendengar suara Puteri sedang tertawa, puteri sepertinya sedang bermain dengan temannya. Tawa mereka begitu riang saling bercanda satu dengan, lalu terdengar anaknya dipanggil dengan menyebut namanya. Bunda tersentak seketika karena ini sudah tengah malam, tak mungkin Puteri sedang bermain ditengah malam begini. Bunda langsung terbangun seketika, dilihatnya ke samping masih terlihat Puteri sedang tertidur pulas. Bunda merasa tadi hanyalah mimpi saja, ia menatap sekeliling kamarnya suasana terasa sepi bahkan diluar pun tak terdengar suara apapun juga. Bunda merasa sedikit lega, ia kemudian membaringkan tubuhnya kembali dan berharap semua baik-baik saja.
Lalu Bunda mulai terlelap kembali, dalam tidurnya Bunda bagaikan mimpi melihat Puteri sedang bermain Dakon bersama temannya berpakaian jawa kuno semacam kemben. Bunda hanya tersenyum karena ia sudah lama sekali tidak melihat permainan Dakon, lalu dilihatnya sekeliling terdapat rumah-rumah penduduk pedesaan, mereka semua memakai baju tradisional Jawa. Mereka semua tersenyum ramah pada Bunda, samar-samar terdengar seorang wanita melantunkan tembang lama berbahasa Jawa, Bunda tak begitu mengerti apa artinya. Bunda berjalan sambil melihat anaknya bermain bersama teman-temannya, suara canda tawa mereka sangat asyik seakan lepas dari semua masalah. Saat sedang berjalan seorang wanita tua mempersilahkan Bunda duduk di kursi bambu besar dan panjang, biasa buat duduk beberapa orang sambil bercengkerama dan bercerita. Dengan ramah wanita tua mempersilahkan Bunda duduk, dilihatnya Puteri diajak bermain dilapangan sambil berlari-lari, Bunda merasa kuatir terjadi sesuatu ia berteriak memanggil anaknya agar tidak berlari jauh.
Teriakan Bunda tidak didengar oleh Puteri, ia terus berlari dan mulai menjauh, Bunda mulai gelisah lalu berteriak sambil berlari mengejar Puteri. Ia berusaha mengejar tapi Bunda seperti tidak bergerak, semua terasa berat dan Puteri berlari menjauh. Dengan kepanikan Bunda terus berusaha mengejar dan terus berteriak, entah apa suara Bunda seakan tenggelam tertelan udara, dalam kepanikan Bunda mulai menangis memanggil-manggil nama anaknya. Seakan dalam kepasrahan Bunda menjerit sekuat tenaga, kemudian Bunda tersentak terbangun, ia mendapati dirinya masih berada didalam kamarnya sambil menghela nafas sedikit ia kembali memandang ke samping. Betapa terkejutnya Bunda melihat Puteri sudah tidak ada ditempatnya, saat itu jam berdentang dua kali memecah keheningan rumah. Saat itulah Bunda mulai panik, dengan tergopoh-gopoh ia memandang ke sudut-sudut ruangan, Bunda memanggil nama anaknya tapi tak ada sahutan.
Bunda tergopoh-gopoh membuka pintu kamar mencari-cari anaknya, lalu dilihatnya diruang tamu seperti ada yang menyalakan televisi. Dengan cepat Bunda menuruni tangga menuju ruang keluarga, disitu dilihatnya Puteri menonton televisi sambil memeluk boneka beruang biru kesayangannya. Bunda bertanya kepada Puteri kenapa ia bangun malam-malam, Puteri hanya menjawab jika ia sedang menemani teman-temannya menonton televisi. Bunda heran karena tidak ada siapapun selain mereka berdua, dengan gelisah Bunda kembali bertanya pada Puteri siapa mereka. Puteri hanya menunjuk dengan telunjuknya, Bunda melihat tempat yang ditunjuk tampak kosong. Tapi beberapa saat ia Bunda melihat beberapa bayangan seperti anak kecil berlarian mengelilinginya, terdengar suara tawa mereka begitu riang. Pandangan mata Bunda seperti dalam mimpi, ia seakan-akan berada di suatu tempat di pedesaan, sekejap ia berada dalam ruang keluarga.
Tangan Bunda mengusap-usap matanya seakan tak percaya, ia agak sedikit lega karena masih berada didalam rumah diruang tamu. Kemudian Bunda menundukkan kepalanya, kembali dilihatnya lantainya berubah menjadi tanah, dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dilihatnya ia sudah berada di pedesaan kembali. Suasananya sama persis seperti mimpi yang ia alami barusan, Bunda menutup matanya sambil berharap ia hanya bermimpi, lalu saat ia membuka matanya kembali berada di ruang keluarga. Bunda menghela nafas, saat menghembuskan nafas panjang ia menatap ke langit, tampaklah langit cerah terlihat dimatanya. Bunda sangat terkejut, nafasnya mulai tak beraturan, kepalanya terasa berat dan berputar-putar. Ia seakan berada dalam dua dunia, dengan sekuat tenaga ia berusa menggapai Puteri tapi langkahnya sangat lemah, tak lama ia terjatuh sambil memanggil nama Puteri. Dalam keadaan samar-samar ia melihat Puteri memeluk dirinya sambil memanggil namanya, sesekali ia seakan berpindah ruang dan waktu, sekejap didalam ruang keluarga sekejap pula ia berada di pedesaan dan ada beberapa orang menolongnya dengan berbahasa Jawa halus. Bunda sudah tak kuat lagi hingga semuanya terasa gelap perlahan-lahan....
-The End-
Minggu, 10 November 2013
Mini Trip At Mahakam River: Death Playground
Dengan berbekal kamera aku dan istriku jalan2 di pagi hari jelang siang, sambil menikmati hari libur setelah enam hari kerja. Cukuplah menikmati pemandang dari tepian Mahakam sampai kami berdua sampai pada sebuah taman bermain. Taman bermain ini tampaknya sudah tidak begitu terawat lagi, sungguh disayangkan sekali jika tidak ada perhatian dari pemda untuk memberikan hiburan bagi warganya. Buat apa membangun sebuah taman bermain entah itu dikelola swasta ato pemerintah jika tidak terawat, salah satu hal yang bisa membuat kita betah adalah hiburan dan taman teduh di beberapa sudut kota. Hal lain adalah kesadaran warga untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di jalan. Ya sudahlah kita nikmati hasil jepretanku ini, sebuah foto bisa memberikan sebuah cerita dalam kesunyian...
![]() |
| Jembatan Mahakam |
![]() |
| Santai |
![]() |
| Kereta Terhenti |
![]() |
| Kereta Terlupakan |
![]() |
| Kuda Terdiam |
![]() |
| Perahu Naga Tua |
![]() |
| Jurassic Kesepian |
![]() |
| Kereta Beranjak |
![]() |
| Menunggu Naga Berayun |
![]() |
| Andaikan Berayun |
Rabu, 06 November 2013
Mini Trip At Mahakam River: Other Side
Hari libur tapi gak tau kemana, sedangkan dompet serasa ada bawangnya membuat air mata meleleh saat membukanya. Bukan waktunya berkeluh kesah, kata temenku di FB menikmati keterbatasan yang ada merupakan ungkapan rasa syukur. Nah daripada bengong dirumah dengan berbekal kamera pinjaman punya sepupu yang cantik kita dolan saja, langsung setelah hari mulai cerah kita berdua nongkrong di tepian sungai Mahakam sambil narsis sedikit. Monggo gan menikmati foto-foto ane... mohon keripik pedasnya ya gan....
Nostalgia di kota Tenggarong
Tulisan sebelum ini aku sedikit memotret kota Tenggarong saat lebaran ke rumah saudara di tahun 2013, hari ini membuka kembali album foto-foto lama dan ketemu foto kota Tenggarong. Foto ini diambil saat liburan bulan Desember setelah kami menikah setahun yang lalu, saat itu kami berdua masih tinggal dan bekerja di Jogja. Dan saat itu jembatan Tenggarong masih utuh belum runtuh, doa buat korban jembatan runtuh Tenggarong semoga arwah mereka tenang di surga. Sayang aku tidak sempat mengambil foto jembatan Tenggarong saat malam hari yang kata teman-teman cukup indah, mungkin bisa cari di mbah gugel seperti foto milik http://humas-kutaikartanegara.blogspot.com ini.
Berikut ini foto hasil jepretan aku... mohon kripiknya biar makin mantep motretnya... monggo dinikmati....
![]() |
| Foto milik Humas Kutai Kartanegara |
Berikut ini foto hasil jepretan aku... mohon kripiknya biar makin mantep motretnya... monggo dinikmati....
![]() |
| Stadion Olah Raga |
![]() |
| Lembuswana di pulau Kumala |
![]() |
| Naik kapal keliling pulau Kumala |
![]() |
| Perahu penyeberangan pulau Kumala |
![]() |
| Jembatan Gantung |
![]() |
| Tepian buat santai dekat jembatan gantung |
Kamis, 10 Oktober 2013
Jawaban Pengantin
Pada suatu upacara pernikahan di suatu gereja, sebelum sakramen dilakukan seorang pastor bertanya kepada mempelai pria:
"apakah kamu mencintai pasanganmu?" tanya Pastor
"saya belum mencintainya pastor" pastor mengernyitkan dahinya lalu berpaling pada pengantin wanita, seakan tau si pengantin wanita juga menjawab:
"saya juga belum mencintainya sampai saat ini" pastor itu bertambah bingung dengan jawaban mereka, bagaimana ada 2 anak manusia menikah tapi belum saling mencintai. Dengan sedikit kesal lalu pastor itu kembali bertanya:
"bagaimana kalian akan menikah dan hidup bersama tanpa cinta???" kemudian kedua mempelai mematikan mikropon yang dipegang mereka saling bertatap muka dan tersenyum, lalu pengantin pria membisikan suatu kalimat kepada pastor demikian juga dengan mempelai wanita membisikan suatu kalimat ke arah pastor. Pastor itu pun tersenyum puas mendengarnya... lalu menjadikan mereka sepasang pengantin yang sah dihadapan Allah... orang tua mereka memiliki hati yang peka merasa bahagia di hari istimewa itu... hanya para umat masih penasaran dengan bisikan mereka...
APAKAH KALIAN TAHU JAWABAN APA YANG MEREKA BISIKAN????
Jawaban Sang Playboy Pada Anak Gadisnya
Opening
Seorang pria sebelum menikah sering dikenal sebagai penakluk hati wanita, ia tidak bermodalkan materi untuk menaklukan wanita. Hingga pada suatu ketika ia menikah dengan wanita biasa saja dan mempunyai dua anak puteri nan cantik. Sahabat dan keluarganya sangat terkejut atas pilihannya, mereka percaya bahwa hidup manusia akan berubah pada saatnya. Pada suatu hari Gabby membaca catatan ibunya yang tersimpan di Laptop peninggalannya, masa lalu ayah pun diketahui oleh Gabby. Berhari-hari ia membaca catatan ibunya, kadang ia tampak terkejut, tertawa dan tersenyum simpul. Gabby merasa penasaran mengapa ayahnya menikahi ibunya. Apakah karena cinta yang luar biasa? rasanya kurang logis, ayah begitu tampan, mempunyai tubug ideal, bahkan di usia sekarang raut wajahnya masih terlihat muda. Jika ayah ingin menikah lagi dengan wanita muda tentu ia bisa lakukan, tapi selama ini ayah lebih sibuk mengurus kedua putrinya dan pekerjaannya. Sore itu ia bertanya pada ayahnya
"Benarkah ayah dulu seorang playboy?"
Ayah terdiam sejenak, ia merasa hal ini pasti terungkap.
"Iya, emang kenapa dik?"
"Pengen tau saja ayah, apakah ayah mencintai mereka semua?"
"Iya ayah pernah mencintai mereka"
"Kalo gitu ayah gak punya cinta sejati?"
Ayah agak tertegun sejenak lalu ia menjawab
"Ayah pernah memilikinya tapi kemudian hilang"
Si anak mencoba memahami perkataan ayahnya
"Lalu mengapa ayah menikah dengan ibu jika ayah bisa mendapatkan semua wanita cantik, apakah cinta ibu lebih besar dari ayah?"
Anak gadisnya kali ini bertanya dengan sangat serius
"Jika ku jawab pun kamu mungkin belum mengerti tapi kelak kamu akan tau"
"Apa itu ayah?"
Tanya anak gadisnya penasaran
"Ibumu memahami ayah dengan kasihnya"
Dengan tersenyum ayah mencium kening putrinya. Anak gadis itu masih penasaran dan semua jawaban itu hanya ibu yang tahu, lalu ia memandang ke langit penuh bintang dan rembulan purnama, dengan lirih ia berbisik pada langit "apa rahasia cintamu ibu hingga sekarang ayah masih setia pada ibu"
Flashback
Tanpa terasa bayangan hitam putih masa kecilnya menyeruak ke dalam matanya, wajah ibunya yang cantik selalu ia pandangi penuh dengan kelembutan. Ayahnya setiap pagi-pagi sekali terbangun membantu ibu memasak, menyiapkan semua masakan yang akan dibawa ke sekolah. Pada suatu kali ia terbangun dari tidurnya, tidak didapatinya ayah dan ibunya yang biasa tertidur mengapitnya. Lalu menangis seakan kesepian karena tidak ada yang memeluknya, ibunya menghampirinya dikamar memeluk dirinya.
"Kenapa sayang kok menangis? sini peluk ibu..."
Yaa... saat itu biarpun sudah Sekolah Dasar ia masih menjadi anak manja, karena merupakan satu-satunya anak tunggal di saat kedua orang tuanya sudah berumur tua. Ibu lalu membawanya ke dapur, dilihatnnya ayah sedang memasak.
"Met pagi sayang kecilku... masih pagi-pagi kok sudah nangis sie?" lalu ayah mencium keningnya, mengambil dirinya dari pelukan ibunya dan menggendongnya sambil mengusap-usap punggungnya.
"Gabby mau tidur lagi atau mau mandi buat ke sekolah"
ia hanya diam saja lalu melepaskan pelukan ayahnya dan turun.
"Gabby duduk disitu aja ya... ayah mau bantu ibu masak sambil nyuci baju"
ia duduk dikursi makan sambil menatap ayah dan ibunya sibuk menyiapkan segala sesuatunya pagi itu. Sejak itu ia selalu bangun pagi-pagi sekali menemani kedua orang yang dicintainya.
Tapi siapa sangka pada saat pertama kali Gabby masuk sekolah Menengah Pertama, tiba-tiba ia dijemput oleh tante dan om-nya disekolah. Dengan tergesa-gesa mengajaknya pulang dari sekolah, ia bertanya-tanya pada tante dan om-nya, mereka tidak memberikan jawaban yang jelas padanya. Hatinya mulai gelisah karena mulai merasakan sesuatu, perasaan sensitif ini diwariskan dari ayahnya yang kadang selalu ia sangkal. Kemudian mobil yang membawanya memasuki halaman Rumah Sakit dimana ia menangis kehilangan kakeknya, tiba-tiba ia seperti melihat kakeknya yang sudah tiada berada diseberang jalan tersenyum padanya, kakek terlihat lebih muda dari saat terakhir. Ia yakin itu kakek, Gabby lalu berteriak memanggil kakeknya, Tante dan Om-nya hanya saling memandang dalam diam. Ia mulai merasakan kesedihan yang sama lalu bertanya pada tantenya
"Tante, ada apa ini? kenapa kita ke sini? tadi Gabby melihat kakek, ia terlihat muda dan sangat tampan, ada apa ini"
Tante Gabby hanya terdiam, sekilas dilihatnya tante mengusap kedua matanya dengan sapu tangan. Sesampainya di depan gedung Gabriela, ia seperti melihat namanya terpampang, ia merasakan hembusan angin dingin mengiringi jalannya bersama tantenya. Hembusan angin inilah yang mengantarkan kepergian kakek, kata ayah itu pertanda malaikat maut datang menjemputnya. Gabby mulai makin gelisah tapi berusaha menyangkal perasaannya, karena hari ini ia akan mempunyai adik baru yang akan selalu ia nantikan. Selang beberapa lama ia sampai didepan kamar Gabriela 222, dilihatnya nenek sedikit sembab matanya, nenek menghampirinya memeluk dirinya sambil menangis. Tanpa tertahan ia berlari lalu dilihatnya ibunya terbaring lemah dengan bayi kecil disampingnya, ayahnya berdiri memeluk dirinya sambil berbisi
"temui adik dan ibumu"
Gabby mendekati ibunya, dilihatnya adiknya yang masih mungil tertidur lelap sungguh cantik seperti malaikat kecil. Dibelainya rambut tipis adiknya sambil mengecup keningnya, bahu kanan Gabby terasa seperti ada yang memegangnya, ia pun menoleh ke samping dilihatnya ada kakek kesayangannya tersenyum. Gabby merasa ini ibunya akan pergi untuk selamanya, ia ingat pesan kakeknya sebelum pergi selamanya
"Gabby kakek akan pergi, gabby jangan sedih ya... ingatlah kakek selalu tersenyum untukmu, kelak kakek akan kembali dan tersenyum untukmu, saat itu kamu akan memiliki kehidupan baru yang luar biasa..."
Gabby merasa belum siap menerima semua ini, dengan histeris dia menjerit dan menangis sambil memeluk ibunya yang sudah lemah. Ibu membelai rambut putrinya itu dengan lembut lalu berkata
"Gab,jaga adikmu ya... juga jaga ayahmu..."
Gabby memeluk ibunya semakin erat seakan tak mau berpisah, airmatanya makin deras mengalir, suaranya makin tersengal-sengal.
"Sayang... Gabby anakku..."
"Iyaa maaa..."
Ibu tersenyum lembut ke arah Gabby sambil mengusap airmatanya, lalu ibu berkata
"Bawalah ibu dalam doa mu saat ini sayang..."
Dengan memeluk ibunya Gabby membisikkan doa di telinga ibunya, lalu ayah pun mengikuti doa yang dibisikan oleh Gabby, mereka bertiga berdoa bersama. Perlahan-lahan suara ibu mulai lirih perlahan, nafas ibu pun mulai perlahan sunyi, kemudian satu tarikan nafas panjang dengan bisikan doa ibu sudah tersenyum dalam damai. Gabby menangis sekuatnya sambil memeluk ibunya, seakan ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ibunya telah pergi selamanya.
Bersambung...
Minggu, 06 Oktober 2013
Top Eleven: Manager and Formation
Samarinda FC
Top Eleven adalah salah satu permainan yang banyak dimainkan di Facebook, bahkan pengguna bagi pengguna Android sudah mencapai sejuta lebih download. Permainan ini banyak disukai penggemar sepak bola yang mungkin tanpa memandang usia penggunanya, penggemar sepak bola seperti aku ini tentu senang bisa memiliki sebuah klub walaupun hanya dalam bentuk game. Dalam permainan ini kita akan merasakan membangun sebuah klub, dari hanya memiliki sebuah lapangan kecil sampai menjadi sebuah stadion besar. Kita harus pintar mengatur keuangan klub untuk membeli pemain berkelas atau pun menjual pemain untuk tambahan dana, kita sebagai manajer juga di tuntut untuk membangun sarana pendukung. ![]() |
| Profil Klub Samarinda FC |
![]() |
| Stadion dan Sarana |
Pemain
Saat pertama kali bermain Top Eleven kita di beri pemain sesuai dengan negara kita, kemudian kita melatih agar memperoleh bintang, menambah skill dan kemampuan. Setiap kali naik level bintang akan berkurang satu, jadi latih terus atau beli pemain baru, bisa juga pemain dari akademi sendiri.Untuk Formasi kita bisa menentukan sendiri, seperti pada gambar dikanan. Kita sesuaikan dengan Posisi pemain, jangan menaruh pemain bukan pada posisi aslinya karena itu akan membuat pemain kelelahan dan mudah dikalahkan. Jika tidak mempunyai pemain yang sesuai masuklah ke icon transfer pemain, beli pemain sesuai kebutuhan dan berapa dana yang dimiliki. Pada akhir musim bisa menjual pemain yang memasuki usia pensiun, atau pemain yang tidak mengalami peningkatan berarti. Hasil penjualan pemain bisa untuk membeli pemain baru yang sesuai, karena setiap kenaikan level permainan bintang pemain akan berkurang satu.
Formasi VS Counter Formasi
4-1-2-1-2 Narrow Diamond
Sekarang kita bahas formasi team lawan dan formasi yang akan digunakan.
Terminologi:
3N : 3 pemain berdiri sejajar ditengah
3W : Sayap kiri & kanan sejajar dengan satu pemain tengah
Terminologi:
3N : 3 pemain berdiri sejajar ditengah
3W : Sayap kiri & kanan sejajar dengan satu pemain tengah
Formasi Lawan Formasi Rekomendasi
4-4-2 Classic 4-1-2-1-2 Narrow Diamond; 4-5-1 V Style
Penjelasan:
Formasi 4-4-2 Classic ini merupakan formasi lama yang menbutuhkan keseimbangan antar lini, baik pemain belakang, gelandang dan penyerang. Kelemahan foramasi ini adalah jika dilawan dengan formasi 4-1-2-1-2 Narrow Diamond yang lebih berfokus pada passing dari tengah dengan bola pendek, terapkan mental menyerang dengan counterattack jangan main bertahan melulu, pressing style pada setengah lapangan sendiri agar saat diserang balik semua pemain bertahan.
Formasi lain adalah 4-5-1 V Style, ini bagus sekali digunakan jika kita mempunyai pemain sayap AMR - AML, S & DMC yang kuat, jika tidak lemah menghadapi 4-4-2 Classic. Formasi ini saat bertahan akan terbantu dengan adanya DMC, lalu bisa mengalirkan bola pada MC dan membaginya pada AML atau AMR yang pada posisi lebih masuk lini pertahanan lawan. Penyerang tunggal akan dihadang 4 pemain belakang, kita harus mempunyai penyerang denga skill dribling, shooting & finishing diatas rata-rata.
Formasi Lawan Formasi Rekomendasi
4-1-2-1-2 Wide Diamond 3-5-2 Flat; 3N-1-4-2
Penjelasan:
Wide diamond hampir sama dengan formasi Narrow diamond, hanya saya posisi 2 MC (N) digantikan oleh ML - MR hingga menimbulkan kesan ada lubang dibagian tengah. Lawan formasi ini lebih bagus dilawan dengan 3-5-2 Flat untuk menguasi sektor gelandang, cukup menempatkan satu penyerang dengan tekanan dari pemain sayap. Dalam pertandingan bisa dirubah menjadi 3N-1-4-2 untuk menambah daya gedor serangan ke pertahanan lawan, dan menempatkan satu DMC untuk membantu 3 Back yang berdiri sejajar.
Formasi Penjelasan:
Wide diamond hampir sama dengan formasi Narrow diamond, hanya saya posisi 2 MC (N) digantikan oleh ML - MR hingga menimbulkan kesan ada lubang dibagian tengah. Lawan formasi ini lebih bagus dilawan dengan 3-5-2 Flat untuk menguasi sektor gelandang, cukup menempatkan satu penyerang dengan tekanan dari pemain sayap. Dalam pertandingan bisa dirubah menjadi 3N-1-4-2 untuk menambah daya gedor serangan ke pertahanan lawan, dan menempatkan satu DMC untuk membantu 3 Back yang berdiri sejajar.
4-1-2-1-2 Narrow Diamond
![]() |
| 4-1-2-1-2 Narrow Diamond |
![]() |
| Team Order |
Dengan formasi 4-1-2-1-2 Narrow Diamond maka kita perlu mengubah Team Order dengan Mental: Menyerang (Favorit daripada parkir kapal induk), lalu Passing: berfokus pada tengah permainan, dengan Pressing pada seluruh area lapangan, untuk tekel kita pakai normal disesuaikan dengan level lawan, karena menggunakan formasi 4-1-2-1-2 Narrow Diamond untuk Passing kita gunakan bola pendek dengan Zonal Marking, centang pada Force CounterAttacks dan Play Offside Trap. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tanda panah merah dan panah biru, tanda panag merah akan membuat pemain bergerak maju diluar poisi sebenarnya, tanda panah biru pemain akan bergerak ke belakang. Tanda merah maju berarti pemain lebih menyerang demikan sebaliknya panah biru akan lebih bertahan. Konsekuensi dari memasang tanda panah merah atau biru jika pemain hanya memiliki satu posisi maka akan mudah kelelahan. Contoh pemain MR diberi tanda panah merah maka pemain akan bergerak ke posisi AMR, jika Role pemain hanya MR tentu ini akan menguras tenaga pemain. Akan berbeda jika pemain memiliki lebih dari satu Role, pemain MR dengan tambahan AMR tentu di beri tanda merah atau biru tidak menjadi masalah, hanya disitu saja letak perbedaannya so... gunakan tanda panah sesuai kebutuhan saja. Samarinda FC saat kita menggunakan Formasi 4-1-2-1-2 Narrow Diamond lawan tentu akan menggunakan formasi penangkal, biasanya formasi ini akan dilawan dengan formasi 4-5-1 V Style dan 3N-1-4-2. Formasi tersebut memanfaatkan kelemahan sayap yang kosong, dengan menguasai permainan dari sayap tentu diharapkan mampu memanfaatkan celah sayap sebagai titik lemah formasi 4-1-2-1-2 Narrow Diamond. Hanya saya jika team lawan tidak mempunyai pemain sayap yang kuat akan sulit meredam kekuatan lini tengah Samarinda FC, hal ini bisa menjadi hal positif untuk memenangkan permainan.
Formasi Aneh
![]() |
| Formasi 4-5-1 Sayap Kiri Posisi AML |
Sebenarnya ini formasi 4-5-1 flat hanya saja sayap kiri menjadi AML, mungkin lebih tepat disebut formasi 4-4N-1(AML)-1. Formasi ini aku gunakan sebagai uji coba menghadapi lawan yang mempunyai formasi hampir sama, perhatikan pada gambar formasi Vejeta FC. Formasi ini lebih menguatkan sektor gelanang, dengan menumpuk 5 gelandang sekaligus. Saat pertandingan dengan posisi pemain sayap terbatas, bisa dirubah menjadi 4-4-2 atau 4-4-1-1.
![]() |
| Team Order |
![]() |
| Formasi Vejeta FC |
Inilah Formasi yang sedikit aneh, bisa dibilang ini formasi 4-4-2 classic hanya sayap kanan lebih ke dalam digantikan oleh DMR. Saat pertandingan berlangsung Samarinda FC lebih menguasai Possesion Ball, tapi hanya tercipta satu gol pada babak pertama. Babak kedua Samarinda FC merubah Formasi menjadi 4-4-2 dengan menarik AMR ke S lalu MC kanan digantikan ML, akhirnya hanya tercipta satu gol tambahan saja.
Senin, 23 September 2013
Money Clip
Kamis, 19 September 2013
Figurine Chibi One Piece
Saya memang suka dengan figurine dan diecast tomica dan hotwheels, dari sedikit koleksi yang saya punya figurine dari serial One Piece ini termasuk lengkap. Cukup lama mengumpulkannya, satu persatu saya beli itupun saat ada diskon. Karena suka saya pun mencoba memotretnya dan inilah hasilnya, biarpun jauh dari profesioanal, cukuplah untuk dinikmati.
![]() |
| Monkey D. Luffy #One Piece |
![]() |
| Roronoa Zoro |
Langganan:
Postingan (Atom)

















.jpg)



























